Senin, 10 Oktober 2016

Cerpen " Hujan "

HUJAN



Aku termenung menatap jauh ke luar jendela yang basah dikarenakan hinggapnya percikan air yang turun dari langit. Tidak ada satu orang pun yang berada di luar saat ini.
“Aini” aku mendengar ada yang memanggil namaku, sejenak aku menoleh ke arah sumber suara yang telah memanggilku tadi.
“Ya Sesil, ada apa? Kenapa kau memanggilku? Tanyaku penasaran.
Sesil dia adalah seorang teman, sahabat bahkan sudah kuanggap sebagai kakakku sendiri, dia selalu ada saat aku bahagia dan selalu ada juga saat aku terpuruk seperti saat sekarang.
“Aini, sampai kapan kau seperti ini? selalu mengingat dia yang entah dimana sekarang, sudahlah aini, aku sedih melihat kau selalu termenung menatap hujan yang turun” jawabnya sambil melangkahkan kaki ke arahku.
Aku diam membeku, rasanya enggan aku menjawab pertanyaan Sesil tadi. Jujur memang setiap hujan turun aku selalu mengingat kenanganku bersama Tio, sosok laki-laki yang mampu merampas hatiku dan membawanya lari jauh, tanpa meninggalkan jejak sedikitpun.
“Aini, move ni move, aku gak mau melihat kau seperti ini, sudahlah kalau dia jodoh yang diberikan tuhan untuk kau, maka dia akan kembali ni, tapi mungkin tidak ni, karena sampai sekarang kabar dia pun tidak ada, Sudah 2 tahun Aini, sudahlah ayo hapus air mata kau, aku tak ingin kau menangis lagi” Sesil menasehatiku.
Memang ada benarnya ucapan Sesil kepada ku, aku berusaha menerima jalan takdir yang menuntunku untuk melupakan dia, melupakan Tio.
Ddrrtt ddrrtt, handphoneku bergetar, menandakan ada pesan masuk, sengaja aku tidak membunyikan nada dering handphoneku, karena aku ingin menikmati hujan yang turun dari tadi siang hingga malam seperti saat ini.
New message dari nomor yang tidak dikenal,
“Selamat malam, Aini”
Keningku mengkerut, beragam pertanyaan menggelayut indah di pikiranku, siapa dia? Kenapa tau namaku? Dari mana dia dapat nomorku?
“Ah, biarkan saja, mungkin fansku”
Tak lama kemudian, nomor itu menelponku, aku ragu mengangkatnya, akhirnya panggilan ketiga kalinya aku mencoba mengangkatnya.
“Hallo, aini”
Suara itu, aku mengenalnya, aku menginginkannya, dia sosok yang ada dalam lamunanku bersama hujan, Tio?
Tapi aku tidaklah yakin,
“Siapa kau?”
“Kau tak ingat denganku? Aku Tio, Aini”
Aku tidak dapat berkata-kata lagi, kini Tio dia menghubungiku, aku masih tidak percaya, semenjak saat hujan itu dia menghilang, dia hanya meninggalkan kenangan indah untuk aku dan hujan itu saksinya
– Flashback –
“Tio, mau kemana kita?”
“Aini, aku akan mengajakmu ke suatu tempat yang sangat indah, dan kau tau hanya kau yang pernah aku ajak kesitu”
“Really?”
“Iya Aini sayang”
Selama perjalanan ke tempat misterius itu, aku sesekali mencuri pandang ke arah Tio, Kekasihku, dan dia juga membalas menatapku dengan senyum yang membuat aku semakin penasaran.
“Sudah sampai, ayo turun Aini, tapi tutup dulu matamu”
“Ah, kau ini, baiklah baik”
Akhirnya aku menutup mata, dan Tio membimbingku menuju tempat rahasia itu
“Sekarang buka matamu, tarraaaa”
Aku terkagum-kagum dengan tempat ini, disini seperti di atas bukit yang ditumbuhi dengan berbagai macam bunga-bunga yang indah, serta ada juga kupu-kupu yang berlarian kesaba kemari dengan sesuka hatinya, dan dari bukit ini bisa melihat perumahan tempat tinggalku.
“Ini sangat bagus Tio”
“Kau menyukainya?”
“Iya sangat menyukainya, dari mana kau tau tempat ini?”
“Aku sering kesini kalau aku banyak masalah, dan kau mungkin juga bisa kesini kalau kau ada masalah, disini menengkan”
Lama sekali kami di bukit ini, menikmati udara sejuk, walaupun siang hari, namun tiba-tiba langit seketika mendung dan hujan pun turun, tapi aku masih enggan berpindah ke lain tempat, aku nyaman dengan ini, nyaman dengan hujan yang mendekati wajahku, aku menikmatinya.
“Aini, aku ingin bicara padamu”
“apa? Bicaralah” ucapku sambil tetap menikmati hujan.
“Kau janji kan akan tetap tersenyum, walaupun aku gak bersamamu?”
“Kau bicara apa sih Tio”
“Anggap saja hujan dan tempat ini sebagai saksi janji kau ya”
“Iya iya Tio”
“Aini ayo berdiri, kejar aku haha”
Akhirnya aku dan Tio berlarian saling mengejar di bawah hujan yang menerpa wajah kami, tubuh kami, aku bahagia, karena bisa seperti ini seperti kanak-kanak yang tidak ada masalah di pikirannya.
– Flash off –
“kau Tio? Dari mana saja kau? Aku benci kau Tio” aku memutuskan sambungan teleponku.
Tak terasa air mata ku telah terlukis di wajahku, aku menangis, hanya dengan kehadiran kembali sosok dimasa lalu. hingga, aku merasakan sakit di kepalaku, pusing, dan akhirnya aku terlelap di tempat tidur.
Aku terbangun dengan keadaan mata membengkak, kubuka jendela dan kuhirup dalam dalam udara pagi yang menyisakan kenangannya dengan hujan, wangi menyejukkan. Namun, ditengah ketenanganku, aku kembali mengingat kejadian semalam.
Ddrt ddrt, handphoneku berbunyi
“Selamat pagi, Aini.
Bisakah kita bertemu nanti?
Aku mengharapkan kau datang ya, di bukit waktu itu”
Aku kembali menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan keras.
Baik aku akan menerima untuk bertemu dengannya, menerima kenyataan bahwa dia kembali, dan bukankah ini yang aku tunggu dari dulu?
“Baik, aku akan datang”
Memang awal kesana aku tidak tau tempatnya, karena masih dirahasiakannya, namun waktu dia mengantarkanku pulang aku mencoba menghafal jalannya, dan aku juga sering ke bukit itu, setelah dia pergi entah kemana.
Aku sudah siap dengan baju santai dengan tas selempang kecil sebagai pelengkap. Kuambil kunci mobilku dan kupacu menuju ke tempat bukit kenanganku
Sampai di bukit, kusapu pandanganku, dan kulihat dia, dia orang yang aku rindukan ada disana, di depanku.
“Maaf aku membuat kau menunggu”
“Tidak apa Aini, aku juga baru sampai”
“Kenapa? Kenapa kau kembali lagi? Setelah dua tahun kau tak ada kabar? Kenapa Tio?” ucapku to the point
“Maaf, Aini, aku mempunyai alasan, yaitu karena aku harus mengurus perusahaan ayahku yang berada di malaysia, ada masalah besar di sana, sehingga perusahaan itu akan bangkrut aini, aku terlalu panik, melihat ayahku mengamuk-ngamuk di rumah karena masalah itu, dia dikhianati asistennya, aku salah Aini, aku salah, aku tak memberimu kabar, aku mencoba menghubungiku, tapi handphoneku terjatuh saat tergesa-gesa di bandara waktu itu” ucapnya menatap lurus ke depan kosong, kosong pandangannya.
Lagi-lagi hujan kembali turun menyadari perasaan yang aku rasakan, ingin aku memaafkannya karena aku masih mencintainya, namun aku terlalu kecewa dengannya
“Aini, maafkan aku, aku ingin kita kembali seperti dulu, memang aku egois, tapi aku mau engkau tetap bersamaku, kau alasanku kembali ke sini, setelah urusan perusahaan itu selesai” ucapnya kembali
Aku masih diam membeku, aku membiarkan hujan mengenai wajahku, aku menangis disaat hujan turun dengan lebatnya.
“Maaf Tio, aku tidak bisa maaf” ucapku akhirnya dan aku berlari ke dalam mobilku dan langsung menuju rumahku.
hari-hari berlalu, Tio masih menghantuiku, dia selalu menampakkan keseriusannya denganku, dia selalu ingin membuktikan kalau dia ingin kembali bersamaku, aku pun sedikit demi sedikit mencoba untuk menerimanya kembali, walaupun masih berbekas namun bisa dihilangkan dengan suatu pembuktian yang nyata, sama halnya dengan hujan karena hujan yang turun akan menyisakan air di jalan dan dimana pun itu, namun nantinya juga akan bisa kering tanpa bekas. Aku belajar dari hujan, hujan yang membawaku dulu kehilangan dan hujan pula saksi aku kembali bertemu dengannya, dan hujan yang mengajarkanku untuk menghapus kenangan pahit itu, terima kasih hujan.
Cerpen Karangan: Elsa Novela Pristy

Puisi " Apa Kabar Pendidikan Negeriku "

APA KABAR PENDIDIKAN NEGERIKU 

Sampai kini saya tidak tahu

 Apakah titel sarjana nan dibangga-banggakan ayahku dulu

 Dapat menyambung lambungku, istriku dan anak-anakku

 Tujuh Belas tahun sudah segudang uang di lumbung keringat ayah-ibuku

 Kuhabiskan di meja pendidikan

 Namun saya tetap tidak mampu memberi anak-anakku sesuap makan 

Tujuh belas tahun sudah kuhabiskan waktuku di ruang gerah sekolah dan kuliah

 Namun tidak memberiku otak brilian dan keterampilan nan sepadan

 Aku hanya terampil menyontek garapan temanku

 Aku hanya terampil membajak dan menjiplak karya negeri orang

 Aku terampil mencuri ide-ide bukannya mencipta

 Apa kabar pendidikan negeriku 

Adakah kini kau sudah berbenah 

Sehingga anak cucuku akan bisa merasai sekolah nan indah

 Dan masa depan nan cerah? 


Puisi Karya Dian Hartati

Motivasi Hidup

MOTIVASI HIDUP


Hidup itu bukan berarti dimana  kita hanya menjalankannya

Hidup itu bukan berarti dimana kita hanya menikmatinya

Hidup itu bukan berarti dimana kita hanya patuh pada peraturan

Hidup itu bukan berarti dimana kita hanya mengabdi

Hidup itu bukan berarti dimana kita hanya saling memberi

Hidup itu bukan berarti dimana kita hanya saling memaknai

Hidup itu bukan berarti dimana kita hanya merenunginya

Hidup itu bukan berarti dimana kita hanya mempunyai satu tujuan

Hidup itu bukan berarti dimana kita hanya merasa bahagia

Hidup itu bukan berarti dimana kita tak peduli akan hal yang lainnya

Melainkan ,

Hidup merupakan suatu corak warna yang mempunyai berbagai warna didalamnya dimana kita bisa mengenal dan memahami langkah apa yang akan kita ambil dan lalui . Namun, semua itu tidak begitu saja terjadi tanpa adanya kekuasaan dan persetujuan dar sang Khaliq yaitu ALLAH swt .

Puisi " Budaya Indonesia "

Puisi 
BUDAYA INDONESIA

Hijau nan biru begitu indahnya

Gambaran dari darat dan lautan

Telah tampak sebuah Negara Indonesia

Namun , ada sepercik keindahan yang mempesona

                BUDAYA INDONESIA

Budaya yang telah hidup di setiap sanubari rakyatnya

Keelokkan yang sungguh menakjubkan

Telah memanjakan setiap mata dan telinga penikmatnya

Gerakan tari , bentuk alat musik, dan irama yang indah

                Telah berpadu menjadi satu keindahan

                Tari kecak,tari jaipong,suara manusia,dan gamelan

                Mengalun indah mempesona

                Membuat semua terpana kagum dan diam

Budaya yang kaya akan keindahan

Membuat jiwa yang melihat terombang – ambing

Dalam kenikmatannya ,dan berkata

Indahnya BUDAYA INDONESIA

Tugas Softskill " Kasus Pelanggaran Etika Profesi Akuntansi "

Tugas Softskill

Kasus Pelanggaran Etika Profesi Akuntansi



Incar sekda Inhu, jaksa desak BPK audit kerugian Negara
Merdeka.com,  Jumat, 12 Desember 2014
Merdeka.com - Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Rengat, Provinsi Riau, Teuku Rahman meminta agar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Riau memberikan hasil audit yang diminta penyidik Kejari Rengat atas kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi dana APBD Inhu tahun 2011 dan 2012 sebesar Rp 2,8 Miliar.

Pasalnya, sudah berbulan-bulan permintaan audit yang diajukan Kejari Rengat tidak dilayani dengan baik oleh 
BPK RI Perwakilan Riau tanpa alasan yang jelas.

Desakan ini disampaikan Teuku Rahman mengingat masa jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintahan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Erisman yang diincar Jaksa bakal berakhir akhir bulan Desember tahun 2014 ini.
"Sekda Inhu selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam kasus dugaan korupsi APBD Inhu Rp 2,8 miliar. Kami mendesak BPK agar segera menyampaikan hasil audit kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi tersebut sebelum masa jabatannya berakhir karena pensiun," ujar Kajari Rengat Teuku Rahman, Jum'at (12/12).
Menurut Teuku Rahman, permintaan audit kerugian negara dalam dugaan korupsi yang dilakukan dua orang bendahara di sekretariat daerah Inhu, telah disampaikan penyidik Kejari Rengat kepada BPK Riau sejak bulan Februari 2014.
"Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian kelengkapan data - data pada bulan Maret 2014," jelasnya. Namun, kata Teuku Rahman, hingga saat ini atau sampai menjelang jabatan Sekda Inhu berakhir permintaan audit tersebut belum ditanggapi pihak BPK RI perwakilan Riau.

"Permintaan audit yang kita sampaikan kepada 
BPK Riau untuk keperluan penyidikan dan pengembangan kasus dugaan korupsi APBD Inhu sebesar Rp 2,8 miliar," keluhnya.

Namun, hingga saat ini atas kasus tersebut, pihaknya yang telah menetapkan dua orang mantan bendahara di sekretariat daerah Inhu sebagai tersangka dan telah menahan kedua orang tersebut di Rutan Rengat.
Teuku Rahman menegaskan jika dalam beberapa hari ke depan pihak BPK Riau belum juga menyerahkan permintaan hasil audit, maka penyidik Kejari Rengat akan melanjutkan kasus dugaan korupsi tersebut berdasarkan temuan yang ada.

"Sebenarnya kami sudah memegang Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) 
BPK yang terkait dengan dugaan kasus korupsi APBD Inhu sebesar Rp 2,8 miliar itu," jelasnya.

Tetapi, kata Teuku, pihaknya memperoleh dari berkas laporan masyarakat yang mengadukan kasus tersebut kepada penyidik Kejari Rengat.
"Selama ini kami masih menunggu hasil audit BPK, tapi kalau tidak juga ada maka kasus ini kami lanjutkan dengan hasil temuan dari penyidikan kami," terangnya.

Teuku juga menyatakan bahwa untuk melanjutkan penyidikan dengan temuan penyidik Kejari Rengat telah mendapat perintah dari Kepala Kejaksaan Tinggi Riau.

"Ya, saya sudah menerima perintah dari Kejati Riau, untuk melanjutkan pengembangan penyidikan berdasarkan temuan yang ada tanpa menunggu hasil audit 
BPK," tandasnya.
Analisa :
Penyebab
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tidak transparan dan lamban dalam menyelidiki dan memberikan hasil audit pada kasus dugaan korupsi dana APBD Inhu tahun 2011 dan 2012 sebesar Rp 2,8 M. 

Akibat 
Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) hanya menggunakan temuan penyidik tanpa didukung dengan temuan audit yang seharusnya diberikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang bertugas sebagai Auditor.
Jenis pelanggaran :
Termasuk ke pelanggaran etika umum yang berisi prinsip-prinsip etika diantaranya : 
       1.      Tanggung Jawab Profesi
Badan Pemeriksa Keuangan tidak menjalankan tanggung jawabnya sebagai auditor profesional. Karena lamban dalam menyelidiki dugaan kasus korupsi yang terdapat di Provinsi Riau.
       2.      Kepentingan Publik
Tindakan Badan Pemeriksa Keuangan mengulur waktu dalam memberikan hasil audit yang dinilai dapat menghambat kepentingan publik karena merugikan negara sebanyak 2,8 milyar.
       3.      Integritas
Tindakan yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan RI telah mencoreng  namanya sebagai Auditor. Akibatnya mereka akan kehilangan kepercayaan yang telah ditanamkan masyarakat terhadapnya selama ini. Dikarenakan sejumlah kasus korupsi yang belum di audit perhitungan kerugian Keuangan Negara oleh BPK.
        4.      Objektivitas
Badan Pemeriksa Keuangan RI dinyatakan tidak objektif sebab tidak berperan sebagai pihak yang netral dalam memberikan penilaian terhadap hasil pemeriksaan.
        5.      Kompetensi dan Kehati – hatian Profesional
Badan Pemeriksa Keuangan dinilai tidak kompetensi karena tidak menuangkan pengalamannya sebagai auditor dalam menangani kasus. Dan kurangnya kehati-hatian dalam menangani kasus karena ternyata masih banyak kasus yang belum terselesaikan masalahnya.
        6.      Perilaku Profesional
Badan Pemeriksa Keuangan melanggar prinsip etika prilaku profesional karena dianggap lamban untuk menyelesaikan kasus-kasusnya.
        7.      Standar Teknis
BPKP Aceh tidak menjalankan etika etika profesi yang telah ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia-Komparatemen Akutan Publik (IAI-KAP). Dimata BPKP telah bertindak tidak obyektif sehingga merusak integritasnya sendiri dimata maysarakat sebagai auditor yang profesional. Etika profesi yang telah ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia-Komparatemen Akutan Publik (IAI-KAP) diantaranya etika tersebut antara lain :
a.       Independensi, integritas, dan obyektivitas
b.      Standar umum dan prinsip akuntansi
c.       Tanggung jawab kepada klien
d.      Tanggung jawab kepada rekan seprofesi
e.       Tanggung jawab dan praktik lain