Senin, 20 Maret 2017

Review 04 Akuntansi Komperatif Amerika dan Asia


Nama Jurnal
KETERKAITAN INFLASI DENGAN NILAI TUKAR RIIL :
ANALISIS KOMPARATIF ANTARA ASEAN+3, UNI EROPA DAN
AMERIKA UTARA
Volume dan Halaman
Tahun XIX, No. 3 Desember 2009
Nama Penulis
Noer A Achsani, Arie Jayanthy F A Fauzi dan Piter Abdullah3
Tanggal Jurnal
03 Desember 2009
Tujuan Penelitian
untuk menganalisis keterkaitan inflasi dengan nilai tukar rill

Metode Penelitian
Dengan analisis data eksploratif. Selanjutnya akan dilakukan pula analisis Granger Causality Test untuk melihat arah (magnitute) hubungan
antara inflasi dan nilai tukar.

Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai analisis komparatif keterkaitan inflasi dengan nilai tukar riil di kawasan Asia (ASEAN+3) dan non Asia (Uni Eropa, Amerika Utara), maka diperoleh dua kesimpulan. Pertama, Terdapat korelasi yang kuat antara pergerakan inflasi dengan nilai tukar riil di sebagian besar negara-negara, selain itu untuk kasus seluruh kawasan dan kawasan Asia yang berlaku adalah hubungan kausalitas satu arah dimana baik tingkat depresiasi nilai tukar nominal maupun tingkat nilai tukar riil secara signifikan memiliki pengaruh terhadap laju inflasi. Sedangkan di kawasan non Asia hubungan kausalitas satu arah justru terjadi dimana laju inflasi yang memiliki pengaruh secara signifikan baik terhadap tingkat depresiasi nilai tukar nominal maupun tingkat nilai tukar riil.
Kesimpulan
Berdasarkan penelitian penulis dapat dilihat bahwa terdapat hubungan yang erat antara nilai tukar riil dan laju inflasi, dimana terdepresiasinya nilai tukar riil akan mendorong peningkatan laju inflasi, terutama untuk kawasan Asia. Pentingnya mengelola inflasi sebagai ukuran stabilitas perekonomian suatu negara mengharuskan adanya koordinasi Bank Sentral dan pemerintah dalam langkah pengendalian laju inflasi. Dengan melihat eratnya kaitan antara nilai tukar riil dan laju inflasi, maka Bank Sentral dengan otoritas
moneternya dapat menjadikan kebijakan moneter melalui saluran nilai tukar sebagai jalur kebijakan untuk mencapai sasaran inflasi.
Pendapat
Jurnal ini sangat bermanfaat, sehingga kita dapat menambah ilmu serta wawasan guna menambah pengetahuan, namun kurangnya ada halaman yang membuat review jurnal ini sedikit kurang.


Review 09 Analisis Laporan Keuangan Internasional

Nama Jurnal
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA PERBANKAN YANG
MENGADOPSI STANDAR PELAPORAN KEUANGAN
INTERNASIONAL
Volume dan Halaman
proceding PESAT, vol 5 okt 2013 , ISSN:1858-2558
Nama Penulis
Maulidya Nurisya dan Wardoyo
Tanggal Jurnal
8 – 9 Oktober 2013
Tujuan Penelitian
untuk menganalisis perbandingan kinerja keuangan pada bank yang
telah dan belum mengadopsi Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) di Indonesia.
Metode Penelitian
adalah uji independen sampel T-test

Hasil Penelitian
Kinerja bank yang telah mengadopsi
IFRS tidak berbeda signifikan dengan
bank yang belum mengadopsi IFRS. Hal
ini tercermin dari tidak adanya perbedaan
yang signifikan dari rasio-rasio yang
menjadi variabel pada penelitian ini
seperti CAR, ROA, ROE, LDR, dan
NPL. Meskipun tingkat perbedaannya
tidak signifikan, namun kinerja bank yang
telah mengadopsi IFRS lebih baik
dibandingkan bank yang belum mengadopsi
IFRS. Hal ini dikarenakan dengan
adanya standar global tersebut memungkinkan
keterbandingan dan pertukaran
informasi secara universal serta laporan
keuangan dapat diakui secara internasional
yang dapat meningkatkan kualitas
laporan keuangan perbankan di
Indonesia.

Kesimpulan
Penerapan IFRS belum menunjukkan
pengaruh yang signifikan terhadap
kinerja perbankan di Indonesia. Hal ini
mengindikasikan bahwa penerapan IFRS
tidak memiliki dampak pada kinerja
keuangan Bank, karena pada dasarnya
penerapan IFRS tidak secara langsung
dan eksplisit ditujukan untuk meningkatkan
kinerja, terlebih lagi dalam jangka
pendek.
Pendapat
Jurnal ini sangat bermanfaat, sehingga kita dapat menambah ilmu serta wawasan guna menambah pengetahuan, namun kurangnya ada halaman yang membuat review jurnal ini sedikit kurang.